Masgdl – OpenAI resmi meluncurkan Sora 2, model kecerdasan buatan terbaru untuk pembuatan video. Kehadiran Sora 2 membawa peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya, terutama dalam kualitas gerakan, audio, dan realisme visual. Peluncuran ini dilakukan hampir setahun setelah Sora pertama dirilis.
Sora 2 dapat diakses gratis melalui aplikasi media sosial baru yang mirip TikTok. Aplikasi ini tersedia secara terbatas untuk pengguna iOS melalui sistem undangan. Pengguna dapat membuat video AI tentang diri mereka sendiri, lalu membagikannya dengan teman. Ada juga fitur “Cameo” yang memungkinkan pembuatan video tentang orang lain.
“Baca Juga: Kolombia Usir Diplomat Israel Usai Armada Sumud Flotilla Dicegat”
Dalam blog resminya, OpenAI menyebut Sora 2 sebagai “momen GPT-3.5 untuk video”. Model ini mampu menghasilkan gerakan kompleks sekaligus menjaga fisika tetap realistis. Peningkatan lain yang menonjol adalah kemampuan menghasilkan audio asli, menjadikannya setara dengan Veo 3 milik Google.
Video demo memperlihatkan seorang pesenam melakukan salto di atas balok keseimbangan. Gerakannya tampak mendekati kenyataan, menyoroti kekuatan teknologi baru ini. OpenAI menegaskan bahwa Sora 2 tidak mengubah bentuk objek nyata, sehingga mengurangi risiko “halusinasi” dalam hasil video.
Peluncuran Sora 2 menunjukkan ambisi OpenAI dalam memperluas inovasi AI ke ranah kreatif. Dengan aplikasi sosial berbasis undangan, perusahaan tampaknya ingin membangun komunitas eksklusif sekaligus menguji keamanan model ini. Ke depan, Sora 2 berpotensi bersaing langsung dengan platform berbasis video pendek lain, terutama jika akses dibuka lebih luas.
OpenAI Sora 2 Hadir di Aplikasi Mirip TikTok, OpenAI Tawarkan Kontrol Lebih Realistis dan Fitur Cameo
OpenAI resmi memperluas kemampuan Sora 2 dengan peningkatan kontrol keluaran dan konsistensi dunia virtual. Model AI terbaru ini mampu mengikuti instruksi multi-bidikan sekaligus mempertahankan kondisi visual yang realistis. Sora 2 disebut unggul dalam gaya sinematik, realistis, dan anime.
Akses Sora 2 tersedia melalui aplikasi Sora khusus iOS yang saat ini hanya bisa digunakan di Amerika Serikat dan Kanada. Aplikasi berbasis undangan ini menampilkan antarmuka mirip TikTok, Instagram Reels, atau YouTube Shorts. Bedanya, seluruh video di dalam aplikasi sepenuhnya dihasilkan oleh AI Sora 2.
OpenAI menyatakan penggunaan aplikasi masih gratis untuk pengguna yang menerima undangan. Mereka dapat membuat video langsung di aplikasi atau melalui situs resmi Sora. Pengguna bisa mengunggah video diri mereka, lalu menempatkan karakter dalam berbagai skenario baru dengan konsistensi karakter yang tinggi.
Fitur lain yang menonjol adalah “Cameo”. Dengan fitur ini, pengguna dapat mengambil karakter dari sebuah video lalu membuat video baru menggunakan teks perintah. OpenAI mengaku fitur ini lahir dari eksperimen internal yang dianggap sebagai evolusi komunikasi visual. “Dari teks, emoji, hingga ini,” tulis OpenAI.
Namun, ada catatan penting terkait keamanan. Untuk membuat video diri, pengguna wajib memverifikasi identitas. Meski demikian, fitur Cameo dinilai masih membuka celah risiko, terutama karena bisa digunakan menyerupai teknologi deepfake.
Tren aplikasi video AI bukan hanya dijajaki OpenAI. Pekan lalu, Meta memperkenalkan feed Vibe di aplikasi Meta AI, yang memungkinkan pengguna menonton video pendek buatan AI internal. Persaingan ini menandakan masa depan konten video akan semakin digerakkan oleh kecerdasan buatan.




Leave a Reply