masgdl.com – Inter Milan menunjukkan mental tangguh dengan membalikkan keadaan untuk mengalahkan Pisa 6-2 dalam laga Liga Italia 2025/2026 di Stadion Giuseppe Meazza, Sabtu dini hari WIB. Kemenangan ini membuat Inter kokoh di puncak klasemen Serie A dengan 52 poin.
Pisa, yang sempat memimpin 2-0, mengalami kekalahan ke-10 musim ini dan semakin terpuruk di peringkat ke-19 dengan 14 poin, menurut laman resmi Lega Serie A.
Taktik Awal Pisa Membuat Inter Terkejut
Awal pertandingan berjalan mengejutkan bagi tuan rumah. Stefano Moreo membuka keunggulan Pisa pada menit ke-11 melalui sepakan jarak jauh yang memanfaatkan kesalahan kiper Inter, Yann Sommer.
Gol kedua Pisa lahir dari sundulan Moreo pada menit ke-23, setelah lini belakang Inter gagal memblok bola dengan baik. Dengan skor 0-2, Nerazzurri dipaksa meningkatkan intensitas serangan.
Baca juga: “Bek Baru Spurs Joao Victor Tak Sabar Jalani Debut EPL”
Inter Milan Balikkan Keadaan di Babak Pertama
Tekanan Inter mulai membuahkan hasil pada menit ke-39 ketika Matteo Tramoni melakukan handball di kotak terlarang Pisa. Piotr Zielinski menunaikan tugasnya dengan sukses, memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Dua menit kemudian, Lautaro Martinez menyamakan skor 2-2 melalui sundulan memanfaatkan umpan silang dari Federico Dimarco. Inter semakin percaya diri, dan menjelang injury time babak pertama, Pio Esposito mencetak gol ketiga Inter melalui sundulan, membalikkan keadaan menjadi 3-2.
Babak Kedua: Dominasi Penuh Inter Milan
Pada babak kedua, Inter sepenuhnya menguasai pertandingan. Peluang tercipta melalui Petar Sucic, Pio Esposito, Federico Dimarco, dan Marcus Thuram, meski beberapa tembakan sempat digagalkan pertahanan Pisa dan kiper Simone Scuffet.
Kemenangan Inter diperkuat pada menit ke-82 ketika Federico Dimarco mencetak gol keempat melalui serangan balik cepat yang diawali pergerakan Marcus Thuram. Empat menit kemudian, Ange-Yoan Bonny menambahkan gol kelima Inter, dan pesta gol ditutup Henrikh Mkhitaryan pada menit ke-90+3.
Dampak Kemenangan dan Perspektif Liga
Kemenangan ini menegaskan posisi Inter sebagai pemimpin klasemen sementara Serie A, sekaligus menunjukkan kekuatan serangan yang efektif. Dengan koleksi 52 poin dari 21 laga, Inter unggul tipis atas pesaing terdekatnya dan semakin memantapkan peluang meraih Scudetto.
Sementara itu, Pisa harus segera mengevaluasi lini pertahanan yang keropos untuk menghindari ancaman degradasi. Mentalitas tim yang mampu memimpin lebih dulu, tetapi kemudian kalah telak, menjadi sorotan utama pelatih dan pengamat sepak bola Italia.
Kemenangan Inter juga menyoroti performa individu pemain kunci. Lautaro Martinez, Federico Dimarco, dan Pio Esposito menunjukkan kualitas tinggi dalam serangan dan penyelesaian akhir. Henrikh Mkhitaryan membuktikan pengalaman dan kemampuannya dalam menutup laga dengan gol penutup yang meyakinkan.
Dengan jadwal padat Serie A, Inter Milan kini dihadapkan pada tantangan menjaga konsistensi di sisa musim, termasuk menghadapi pertandingan-pertandingan sulit melawan tim papan atas, untuk mempertahankan puncak klasemen.
Baca juga: “Head-to-Head Inter Milan Vs Arsenal: Si Ular Ungguli Gudang Peluru”




Leave a Reply