masgdl.com – Sorak sorai penonton di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, mengiringi langkah awal tim Indonesia di Playoff Piala Davis Dunia II. Muhammad Rifqi Fitriadi tampil meyakinkan dan membawa Indonesia unggul 1-0 atas Togo pada laga pembuka, Sabtu.
Bermain di hadapan publik sendiri, Rifqi menunjukkan dominasi penuh saat menghadapi petenis muda Togo, Noah Koffi. Ia menuntaskan laga tunggal pertama dengan skor telak 6-1, 6-1 dalam waktu satu jam 13 menit.
Kemenangan ini menjadi poin pembuka yang krusial bagi Indonesia. Selain memberi keunggulan awal, hasil tersebut juga meningkatkan kepercayaan diri tim nasional dalam laga kandang yang dinanti.
Rifqi mengakui laga ini membawa tekanan tersendiri karena bermain di kandang. Namun, dukungan penonton justru menjadi sumber energi positif sepanjang pertandingan.
“Rasanya campur aduk, ada pressure dan senang. Tapi yang paling terasa adalah senangnya karena main di kandang,” ujar Rifqi usai laga.
Atmosfer Stadion Tenis GBK dipenuhi dukungan suporter sejak awal pertandingan. Indonesia terakhir kali menjadi tuan rumah Piala Davis pada 2022, sehingga momen ini terasa istimewa bagi tim.
Rifqi menilai kesempatan bermain di kandang memberi motivasi tambahan untuk tampil berani dan fokus. Ia ingin memberikan kontribusi maksimal bagi Merah Putih.
Baca juga: “Alcaraz Taklukkan Djokovic, Cetak Sejarah Career Grand Slam”
Kemenangan ini tidak datang secara instan. Rifqi menjalani persiapan panjang sebelum turun di Playoff Piala Davis. Ia mengikuti pemusatan latihan intensif serta turnamen internasional.
Selama dua pekan, Rifqi berkompetisi di India untuk menambah jam terbang. Meski hasil turnamen belum maksimal, pengalaman tersebut dinilainya sangat berharga.
“Walaupun hasilnya kurang memuaskan, saya bisa sparring dengan pemain luar negeri dan belajar banyak,” kata Rifqi.
Ia menilai pengalaman menghadapi berbagai karakter lawan membantunya lebih siap menghadapi tekanan di Piala Davis. Proses tersebut terlihat jelas dari penampilannya yang matang.
Sejak awal laga, Rifqi langsung mengambil inisiatif serangan. Penempatan bola yang akurat membuat Noah Koffi terus tertekan dan bergerak ke berbagai sudut lapangan.
Rifqi unggul cepat 5-0 pada set pertama. Meski lawan sempat mencuri satu gim, ia tetap menjaga fokus dan mengunci set dengan skor 6-1.
Set kedua berjalan dengan pola serupa. Rifqi tetap konsisten dalam reli panjang dan memanfaatkan kesalahan ganda Koffi. Dukungan penonton semakin menguatkan momentumnya.
Ia kembali menutup set kedua dengan skor identik 6-1. Permainan tenang dan disiplin menjadi kunci kemenangan tunggal pertama Indonesia.
Kemenangan Rifqi tidak hanya berarti satu poin di papan skor. Hasil ini menjadi suntikan semangat bagi seluruh anggota tim Indonesia.
Sebagai peraih medali perunggu SEA Games 2025 Thailand, Rifqi menunjukkan kematangan sebagai andalan tunggal Indonesia. Penampilannya memberi contoh bagi pemain muda.
“Empat tahun terakhir kami jarang main di sini. Sekarang kami ingin tampil maksimal,” ujar Rifqi.
Ia berharap atmosfer kandang terus dimanfaatkan untuk menjaga momentum hingga laga penentuan.
Pada hari pertama, Indonesia juga memainkan tunggal kedua. Justin Barki dijadwalkan menghadapi Kwami Stanislas Dussey dari Togo.
Sementara itu, laga ganda akan digelar pada hari kedua. Indonesia menurunkan pasangan Christopher Rungkat dan Justin Barki menghadapi Dussey dan Kadanga Kili.
Keunggulan awal 1-0 memberi posisi strategis bagi Indonesia. Tim kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengamankan hasil positif di playoff.
Penampilan Rifqi Fitriadi menegaskan bahwa tenis Indonesia memiliki fondasi kuat. Dengan konsistensi dan dukungan publik, peluang melangkah lebih jauh tetap terbuka.
Baca juga: “Dua Kemenangan Krusial Tim Piala Davis Indonesia”




Leave a Reply