Masgdl –Erick Thohir, memberikan apresiasi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Komite Olimpiade Nasional (NOC) Indonesia dan Federasi Gimnastik Indonesia (FGI). Kedua lembaga itu menolak kehadiran atlet Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53 yang akan digelar di Jakarta pada 19–25 Oktober 2025.
“Baca Juga: Trump Gagal Raih Nobel Perdamaian, Malah Serang Obama”
Menurut Erick Thohir, keputusan tersebut menunjukkan ketegasan Indonesia dalam menjaga prinsip politik luar negeri dan solidaritas terhadap Palestina. Atlet Israel yang terdampak di antaranya Artem Dolgopyat, peraih medali perak Olimpiade Paris 2024 dan juara dunia 2023.
“Kami mengapresiasi keputusan NOC, FGI, dan FIG dalam memastikan Kejuaraan Dunia Gymnastics tetap berjalan aman dan tertib,” ujar Erick Thohir, Sabtu (11/10/2025).
Erick Thohir Dukung Penolakan Atlet Israel, Sejalan dengan Kebijakan Presiden Prabowo
Lebih lanjut, Erick menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pemerintah menegaskan tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sampai negara itu mengakui kemerdekaan Palestina.
“Pemerintah tegas menolak kontak apa pun dengan Israel hingga mereka mengakui Palestina yang merdeka dan berdaulat,” tegas Erick. Ia menambahkan, dalam berbagai kesempatan, termasuk pidato di sidang PBB, Presiden Prabowo telah mengecam keras tindakan Israel terhadap rakyat Gaza.
Komitmen Indonesia sebagai Tuan Rumah
Sementara itu, Erick memastikan bahwa sikap tegas terhadap Israel tidak akan memengaruhi komitmen Indonesia dalam menyukseskan ajang internasional tersebut. Pemerintah berkomitmen menjamin keamanan dan kelancaran Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta.
“Jangan ragukan komitmen pemerintah dalam membangun olahraga nasional dan menjadikan Indonesia sebagai pusat olahraga dunia,” ujar Erick.
Erick Thohir Dukung Penolakan Atlet Israel, Indonesia Jaga Prinsip dan Sportivitas
Dengan demikian, Indonesia menunjukkan bahwa prinsip kemanusiaan dan sportivitas dapat berjalan beriringan. Keputusan menolak atlet Israel menjadi simbol konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina tanpa mengorbankan keberhasilan sebagai tuan rumah ajang olahraga dunia.
“Baca Juga: Misteri Jembatan Kaliketek Bojonegoro dan Tragedi PKI”
Kesimpulan
Meskipun menolak kehadiran atlet Israel, Indonesia tetap berkomitmen penuh menyukseskan penyelenggaraan ajang internasional ini dengan aman dan profesional. Langkah ini mencerminkan keseimbangan antara prinsip kemanusiaan, sportivitas, dan tanggung jawab sebagai tuan rumah.
Dengan keputusan tersebut, Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara yang berdaulat, berprinsip, dan konsisten memperjuangkan keadilan global, sekaligus memperkuat citra positif di kancah olahraga dunia.




Leave a Reply