masgdl.com – Pelatih Roberto De Zerbi resmi mengakhiri kerja sama dengan Olympique de Marseille, diumumkan melalui situs resmi klub, Rabu. Keputusan ini diambil setelah kesepakatan bersama antara pihak klub dan pelatih asal Italia tersebut.
Keputusan berpisah ini muncul menyusul kekalahan telak 0-5 Marseille dari PSG di Parc des Princes, Senin dini hari, pada lanjutan Liga Prancis. Kekalahan ini menjadi momen penting yang memicu evaluasi klub terhadap kepemimpinan tim utama.
“Olympique de Marseille dan Roberto De Zerbi, pelatih tim utama, telah mengumumkan berakhirnya kerja sama mereka atas kesepakatan bersama,” tulis Marseille dalam pengumuman resmi. Klub menambahkan bahwa keputusan ini diambil setelah diskusi mendalam antara pemilik, presiden, direktur sepak bola, dan pelatih.
“Ini adalah keputusan kolektif yang sulit, yang diambil setelah pertimbangan matang demi kepentingan terbaik klub, untuk menanggapi tantangan olahraga di akhir musim,” lanjut pengumuman itu. Klub juga menyampaikan terima kasih kepada De Zerbi atas dedikasinya sejak ia menangani Marseille pada Juli 2024.
Selama hampir dua tahun menangani Marseille, De Zerbi memimpin tim dalam 69 pertandingan di semua kompetisi, meraih 39 kemenangan, delapan hasil seri, dan 22 kekalahan. Tim asuhannya mencetak total 160 gol dan kebobolan 99 gol, menunjukkan produktivitas serangan yang tinggi meski beberapa kali rapuh di lini pertahanan.
Pada musim pertamanya, De Zerbi berhasil membawa Marseille finis di peringkat kedua Liga Prancis dengan 65 poin, hanya kalah dari PSG yang menjuarai kompetisi. Sementara di musim 2025/2026 ini, Marseille berada di peringkat keempat dengan 39 poin dari 21 laga, terpaut tiga poin dari Lyon di posisi ketiga dan 12 poin dari PSG di puncak klasemen.
Baca juga: “Indonesia Unggul 1-0 di Piala Davis Lewat Rifqi Fitriadi”
Meski tim sudah gugur di Liga Champions, Marseille masih memiliki satu kompetisi tersisa, yakni Piala Prancis. Klub akan menghadapi Toulouse pada babak perempat final awal bulan depan, yang menjadi fokus utama tim setelah perpisahan dengan De Zerbi.
Keputusan ini menunjukkan betapa pentingnya stabilitas kepemimpinan di klub papan atas Liga Prancis. De Zerbi dikenal sebagai pelatih dengan gaya menyerang atraktif, tetapi performa inkonsisten di momen-momen krusial, termasuk kekalahan telak dari PSG, membuat klub melakukan perubahan.
Rekam jejak De Zerbi di Marseille menunjukkan keberhasilan sekaligus tantangan. Produktivitas gol yang tinggi menjadi nilai positif, sementara beberapa kekalahan mengejutkan menjadi evaluasi penting untuk tim ke depannya. Klub kini dihadapkan pada tantangan menjaga konsistensi performa dan persaingan di posisi empat besar Liga Prancis.
Pihak klub belum mengumumkan pengganti De Zerbi secara resmi. Fokus sementara adalah menjaga performa tim dan menyiapkan strategi menghadapi Piala Prancis. Evaluasi dan perencanaan jangka panjang diperkirakan akan menjadi prioritas manajemen dalam beberapa pekan ke depan.
Perpisahan De Zerbi dan Marseille menandai akhir babak kepemimpinan yang membangun fondasi menyerang, namun juga meninggalkan pekerjaan rumah bagi manajemen untuk menemukan sosok pelatih baru yang mampu menyeimbangkan strategi ofensif dan konsistensi hasil.
Dengan perubahan ini, Marseille berharap bisa mengembalikan momentum dan menjaga posisi di zona Liga Champions, sekaligus menargetkan gelar Piala Prancis sebagai penutup musim yang lebih sukses. Keputusan berpisah ini mencerminkan dinamika sepak bola modern di level klub elit, di mana hasil, strategi, dan konsistensi menjadi faktor utama dalam evaluasi kepelatihan.
Baca juga: “Tottenham Pecat Thomas Frank, Roberto De Zerbi Masuk?”




Leave a Reply