masgdl.com – SM Entertainment resmi mengumumkan rencana debut grup pria baru pada tahun ini.
Pengumuman tersebut disampaikan sebagai bagian dari peta jalan strategi bertajuk SM 3.0.
Strategi ini menandai transformasi besar perusahaan dalam manajemen artis dan produksi musik.
SM juga memastikan akan menerapkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence secara aktif.
Teknologi tersebut akan diintegrasikan ke dalam sistem A&R dan produksi musik perusahaan.
Langkah ini memperkuat posisi SM sebagai pelopor inovasi di industri K-pop global.
Pengumuman SM 3.0 dan Peran Eksekutif Perusahaan
Rencana tersebut diungkap melalui dua video resmi di kanal YouTube SM Entertainment.
Video dirilis pada Selasa, 20 Januari, dan menampilkan jajaran eksekutif utama perusahaan.
Mereka termasuk co-CEO Jang Cheol Hyuk dan Tak Young Jun.
Menurut laporan Korea JoongAng Daily, SM 3.0 menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Strategi ini menekankan fleksibilitas tim kreatif dan fokus pada pengembangan artis.
SM ingin menciptakan sistem yang adaptif terhadap perubahan pasar musik global.
Tak Young Jun menegaskan artis akan tetap menjadi pusat ekosistem kreatif perusahaan.
Ia menyebut tim kreatif akan disesuaikan secara dinamis untuk setiap proyek.
“Dengan menempatkan artis sebagai pusat, kami menargetkan pertumbuhan dan transformasi berkelanjutan,” ujar Tak.
Baca juga: “Danielle ex-NewJeans jelaskan kasus dengan ADOR di siaran live”
Kandidat Anggota dan Proses Perkenalan Grup Baru
SM mengisyaratkan calon anggota grup berasal dari trainee pria SMTR25.
Tim trainee tersebut dikenal memiliki pengalaman latihan panjang dan evaluasi ketat.
Namun, SM belum mengumumkan jumlah anggota maupun nama resmi grup.
Perusahaan berencana memperkenalkan grup secara bertahap kepada publik.
Metode ini bertujuan membangun kedekatan awal dengan penggemar.
Pendekatan bertahap juga memungkinkan pengenalan karakter tiap anggota.
SM akan menggunakan program variety show sebagai sarana perkenalan.
Acara tersebut sementara diberi judul “Reply High School”.
Program ini dijadwalkan tayang pada awal tahun ini.
Langkah ini mengikuti tren promosi K-pop modern yang menekankan storytelling.
SM sebelumnya sukses menggunakan pendekatan serupa pada grup generasi sebelumnya.
Debut Grup Pria Pertama Sejak Riize
Grup ini akan menjadi grup pria terbaru SM dalam dua tahun terakhir.
Sebelumnya, SM mendebutkan Riize pada September 2023.
Riize mencatatkan penjualan album dan streaming yang solid di pasar global.
Debut grup baru ini menunjukkan konsistensi SM dalam regenerasi artis pria.
SM dikenal sebagai agensi yang melahirkan grup legendaris lintas generasi.
Beberapa di antaranya adalah TVXQ, Super Junior, EXO, dan NCT.
Keberlanjutan debut grup baru penting untuk menjaga relevansi pasar.
Persaingan industri K-pop semakin ketat dengan banyaknya agensi baru.
Ekspansi Global dan Kolaborasi Regional
SM 3.0 juga menekankan penguatan infrastruktur global perusahaan.
SM memperluas kolaborasi strategis di berbagai negara utama.
Di Tiongkok, SM bekerja sama dengan Tencent Music Entertainment.
Di Thailand, SM menjalin kemitraan dengan perusahaan media True.
Sementara di Jepang, SM sedang berdiskusi dengan beberapa mitra potensial.
Kolaborasi ini bertujuan menciptakan kekayaan intelektual yang relevan secara lokal.
Tak Young Jun menegaskan identitas kreatif SM tetap menjadi prioritas utama.
Ia menyebut pendekatan glokalisasi sebagai kunci keberhasilan jangka panjang.
“Fokus kami adalah IP lokal yang beresonansi, tanpa kehilangan identitas SM,” kata Tak.
Penguatan A&R dan Peran Kreation Music Rights
SM telah membangun sistem A&R yang lebih terpersonalisasi untuk setiap artis.
Sistem ini didukung oleh anak perusahaan penerbitan musik, Kreation Music Rights.
KMR berperan penting dalam pengelolaan hak cipta dan katalog musik SM.
Melalui KMR, SM menargetkan pertumbuhan signifikan dalam lima tahun mendatang.
Perusahaan ingin menjadi penerbit musik terbesar dan paling dihormati di Asia.
Target ini sejalan dengan ekspansi global dan diversifikasi pendapatan.
SM juga ingin memperkuat posisinya sebagai pusat kekayaan intelektual musik.
Langkah tersebut diharapkan memberi stabilitas jangka panjang bagi artis dan perusahaan.
Pemanfaatan AI dalam Analisis Musik
SM akan menggunakan AI untuk meningkatkan proses A&R secara menyeluruh.
Teknologi ini akan menganalisis puluhan ribu lagu dari arsip tiga dekade SM.
AI kemudian merekomendasikan lagu yang paling sesuai untuk setiap artis.
Pendekatan berbasis data ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi musik.
AI juga membantu memahami preferensi pasar dan penggemar secara lebih akurat.
Jang Cheol Hyuk menekankan keunggulan teknologi SM dalam implementasi AI.
Ia menyebut dukungan dari perusahaan induk, Kakao, sebagai faktor penting.
“SM memiliki keunggulan karena dapat memanfaatkan teknologi AI Kakao,” ujar Jang.
Ia menilai sinergi K-pop dan AI memiliki potensi besar di masa depan.
Pandangan ke Depan Industri K-pop
Langkah SM mencerminkan arah baru industri hiburan Korea Selatan.
Teknologi semakin berperan dalam pengambilan keputusan kreatif.
Namun, SM menegaskan nilai artistik tetap menjadi fondasi utama.
Debut grup pria baru ini menjadi ujian awal strategi SM 3.0.
Keberhasilannya akan menentukan arah transformasi perusahaan ke depan.
Industri dan penggemar kini menantikan detail lanjutan dari SM Entertainment.
Baca juga: “Lindungi Artis, SM Entertainment Polisikan 11 Akun X dan Beberkan Identitas”




Leave a Reply