Masgdl – Pecah Rekor, Jam saku emas milik Isidor Straus, penumpang kaya Titanic, terjual seharga £1,78 juta (Rp38,9 miliar) dalam lelang di Wiltshire, Inggris. Penjualan ini memecahkan rekor dunia untuk memorabilia Titanic.
Isidor Straus tewas bersama istrinya, Ida Straus, saat Titanic tenggelam pada 14 April 1912. Jenazah Isidor ditemukan beberapa hari kemudian, dan jam saku emasnya yang berhenti pada pukul 02.20 ikut ditemukan.
Baca Juga: Israel Serang Gaza Saat Gencatan Senjata, 22 Warga Tewas
Jam ini diyakini hadiah ulang tahun ke-43 dari Ida untuk Isidor pada 1888, diukir dengan inisial Straus. Jam diwariskan turun-temurun dan direstorasi oleh cicitnya, Kenneth Hollister Straus, sebelum dilelang.
Selain jam, memorabilia lain juga terjual tinggi. Surat Ida Straus laku £100.000, daftar penumpang £104.000, dan medali emas untuk awak RMS Carpathia £86.000. Total lelang mencapai £3 juta (Rp65,5 miliar).
Juru lelang Andrew Aldridge mengatakan harga rekor ini mencerminkan minat dunia terhadap kisah Titanic. Kisah cinta Isidor dan Ida tetap dikenang, menunjukkan nilai sejarah dan emosional memorabilia ini.
Pecah Rekor, Jam Saku Emas, Kisah Cinta dan Sejarah di Balik Jam Saku Titanic yang Pecah Rekor
Jam saku emas 18 karat ini dibuat oleh Jules Jurgensen dan diberikan Ida Straus kepada Isidor sebagai hadiah ulang tahun. Keaslian dan kondisi jam menambah nilai historisnya.
Jam berhenti tepat saat Titanic tenggelam pukul 02.20. Momen ini membuatnya bukan sekadar benda berharga, tetapi saksi sejarah tragedi Titanic.
.Cicit Isidor, Kenneth Hollister Straus, merestorasi mesin jam dengan cermat. Proses ini menunjukkan keahlian teknis dan upaya menjaga keaslian barang bersejarah.
Jam dilelang di Henry Aldridge and Son Auctioneers, mencapai £1,78 juta. Harga ini menegaskan minat global terhadap memorabilia Titanic yang autentik.
Penjualan jam dan memorabilia lainnya membantu mengenang kisah penumpang Titanic. Koleksi ini memberikan pelajaran sejarah dan memperkuat pemahaman publik tentang tragedi 1912.
Kesimpulan:
Jam saku emas milik Isidor Straus tidak hanya memecahkan rekor lelang senilai Rp38,9 miliar, tetapi juga menjadi simbol sejarah dan kisah cinta yang tak terlupakan. Keaslian, nilai emosional, dan proses restorasi menjadikannya memorabilia yang sangat berharga. Selain itu, lelang ini menegaskan minat dunia terhadap tragedi Titanic dan peran penting benda bersejarah dalam melestarikan ingatan kolektif serta edukasi sejarah bagi generasi mendatang.




Leave a Reply