Kolonel Pimpin Kudeta Madagaskar, Kolonel militer Michael Randrianirina resmi dilantik menjadi Presiden Madagaskar pada Jumat (17/10/2025). Ia mengambil alih kendali negara setelah protes besar yang dipimpin generasi muda memaksa pendahulunya, Andry Rajoelina, mundur. Mantan presiden ini melarikan diri ke luar negeri dan mengutuk pengambilalihan militer, meski parlemen memakzulkannya. Mahkamah Konstitusi Tinggi meratifikasi pengambilalihan tersebut beberapa jam setelah kudeta.
Kolonel Pimpin Kudeta Madagaskar Janji Randrianirina dan Reaksi Publik
Dalam upacara pelantikan, Randrianirina berjanji menjalankan tugasnya secara “tuntas dan adil” serta membela persatuan nasional dan hak asasi manusia, menurut laporan Reuters. Banyak pemuda bersorak atas jatuhnya Rajoelina, namun sebagian masih meragukan cepatnya intervensi militer. Seorang mahasiswi, Mioty Andrianambinintsoa (18), menyatakan, “Ini baru tahap awal. Tujuan kami belum tercapai.” Pengunjuk rasa lain, Francko Ramananvarivo (23), menegaskan keinginan mereka dipimpin pemerintahan yang dekat dengan rakyat.
“Baca Juga: Prancis dan Inggris Bahas Pengiriman Pasukan ke Gaza”
Pemerintahan Transisi dan Rencana Dua Tahun
Randrianirina mengumumkan komite militer akan memerintah hingga dua tahun ke depan, mempersiapkan pemilihan umum baru. Ia sebelumnya adalah komandan unit tentara elite CAPSAT, yang berperan dalam kudeta 2009 yang membawa Rajoelina ke tampuk kekuasaan, meski ia tidak terlibat saat itu. Selama protes baru-baru ini, Randrianirina membelot dan mencegah tentara menembaki pengunjuk rasa, menawarkan perlindungan kepada warga.
Kolonel Pimpin Kudeta Madagaskar Tantangan Sosial dan Demografi Madagaskar
Madagaskar memiliki populasi muda dengan rata-rata usia di bawah 20 tahun dan salah satu tingkat kemiskinan terburuk di dunia. Kondisi ini memengaruhi kehidupan sekitar tiga perempat dari 30 juta penduduknya. Randrianirina menghadapi tantangan besar dalam menstabilkan negara, membangun kepercayaan publik, dan memulihkan pemerintahan yang dekat dengan rakyat.
Pandangan ke Depan
Keberhasilan pemerintahan transisi akan bergantung pada kemampuan militer dan pemerintah baru membangun stabilitas, mengatasi kemiskinan, dan menyiapkan pemilu yang adil. Generasi muda tetap mengawasi langkah-langkah politik dengan harapan perubahan nyata.
“Baca Juga: KKB Papua Tembaki Warga Sipil, 5 Orang Jadi Korban”
Kesimpulan: Tantangan dan Harapan Pemerintahan Baru
Pelantikan Kolonel Randrianirina menandai transisi militer di Madagaskar. Meski janji stabilitas disampaikan, tantangan kemiskinan dan tuntutan generasi muda tetap besar. Pemerintahan transisi dua tahun harus membangun kepercayaan publik dan menyiapkan pemilu adil agar perubahan nyata dapat tercapai.




Leave a Reply