Masgdl – Jet tempur Tejas milik Angkatan Udara India jatuh saat manuver barrel roll di Dubai Airshow, Jumat 21 November 2025. Pilot tewas dalam insiden ini.
Tejas kehilangan keseimbangan setelah melakukan manuver, menukik ke tanah dan menimbulkan kepulan asap tebal. Pesawat sebelumnya mencatat catatan keselamatan hampir sempurna.
Para ahli menduga jet terlalu dekat tanah dan memiliki kecepatan rendah sehingga gagal menyelesaikan putaran. Engine flameout juga sedang diselidiki sebagai kemungkinan penyebab.
Baca Juga: Donald Trump Tertawa Saat Disinggung Kritik ‘Fasis’ Mamdani
Tejas adalah jet tempur pertama buatan India oleh HAL dengan mesin General Electric. Pesawat ini menggantikan MiG-21 dalam skuadron IAF.
IAF masih menyelidiki insiden ini untuk menentukan penyebab pasti. Evaluasi keselamatan dan manuver udara akan diperkuat agar tragedi serupa tidak terulang.
Jet Tempur India Jatuh Saat Latihan Manuver, IAF Tinjau Ulang Manuver Jet Tejas Usai Kecelakaan Dubai Airshow
IAF menekankan keselamatan pilot sebagai prioritas utama setelah kecelakaan Tejas. Pelatihan dan protokol darurat akan diperkuat.
Manuver barrel roll akan dievaluasi kembali. Ahli penerbangan menyoroti risiko kecepatan rendah dan ketinggian yang tidak memadai saat melakukan putaran.
Pemeriksaan teknis menyeluruh terhadap Tejas dilakukan, termasuk sistem mesin GE dan kontrol penerbangan. Hal ini untuk mencegah kegagalan serupa di masa depan.
IAF berencana meningkatkan simulasi manuver berisiko tinggi. Pelatihan pilot akan lebih intensif agar kesiapan menghadapi kondisi darurat meningkat.
Kecelakaan ini menyoroti pentingnya evaluasi risiko pada jet tempur ringan dalam armada IAF. Fokus tetap pada penguatan kapasitas operasional dan keamanan penerbangan.
Kesimpulan:
Kecelakaan jet tempur Tejas di Dubai Airshow menekankan pentingnya keselamatan pilot, evaluasi manuver berisiko, dan pemeliharaan pesawat secara menyeluruh. IAF kini meninjau ulang protokol pelatihan, simulasi, dan inspeksi teknis untuk mencegah insiden serupa. Fokus tetap pada penguatan kapasitas operasional jet tempur ringan sekaligus memastikan keselamatan penerbangan dalam semua latihan dan misi.
Selain itu, kejadian ini menyoroti tantangan dalam mengoperasikan pesawat buatan lokal dengan komponen asing, seperti mesin General Electric, dan perlunya pemantauan ketat terhadap integrasi sistem. Evaluasi strategis ini menjadi langkah penting bagi keberlanjutan armada Tejas, kesiapan Angkatan Udara India, serta pengembangan prosedur mitigasi risiko yang lebih efektif bagi seluruh personel dan aset udara.




Leave a Reply