masgdl.com – Perwakilan tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkap bahwa jumlah korban sipil terus bertambah akibat serangan militer yang berlangsung sejak akhir Februari. Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menyatakan lebih dari 1.300 warga sipil meninggal dunia, sementara ribuan fasilitas sipil mengalami kerusakan parah. Serangan tersebut dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari 2026.
Dampak Luas pada Infrastruktur dan Fasilitas Sipil
Iravani menyebut sekitar 9.669 fasilitas sipil terdampak serangan militer. Kerusakan meliputi 7.943 rumah warga, 1.617 pusat layanan dan area komersial, serta 32 fasilitas medis dan farmasi. Selain itu, 65 sekolah dan lembaga pendidikan serta 13 bangunan milik Bulan Sabit Merah Iran juga rusak. Beberapa fasilitas pasokan energi turut terdampak, mengancam kelangsungan layanan penting bagi masyarakat.
“Mereka menargetkan warga sipil dan infrastruktur tanpa pandang bulu, melanggar hukum internasional, dan melakukan kejahatan ini dengan sengaja,” ujar Iravani. Kawasan permukiman padat penduduk dan fasilitas vital menjadi sasaran utama, sehingga korban dan kerusakan terus meningkat.
Ancaman Lingkungan dan Risiko Kesehatan
Serangan terhadap fasilitas penyimpanan bahan bakar di Teheran dan kota lain memicu pelepasan polutan berbahaya ke udara. Bulan Sabit Merah Iran melaporkan kualitas udara memburuk, berisiko menimbulkan masalah kesehatan serius bagi anak-anak, perempuan, lansia, dan pasien dengan kondisi medis tertentu.
Iravani menekankan, serangan ini melanggar kewajiban lingkungan internasional, termasuk yang tercantum dalam Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim dan Konvensi Keanekaragaman Hayati. Langkah militer tersebut berpotensi memicu dampak jangka panjang bagi ekosistem dan kualitas hidup warga.
Kerusakan Bandara dan Pasokan Air
Serangan lain menargetkan Bandar Udara Mehrabad, menyebabkan kerusakan pada beberapa pesawat sipil dan fasilitas bandara. Selain itu, serangan di Pulau Qeshm, Provinsi Hormozgan, merusak fasilitas desalinasi air bersih, mengganggu pasokan untuk sekitar 30 desa. Hal ini menambah beban krisis kemanusiaan dan memperburuk kondisi masyarakat lokal.
Serangan Terhadap Diplomasi dan Hukum Internasional
Iravani juga menyinggung serangan di Beirut, ketika pasukan Israel melancarkan serangan terhadap Hotel Ramada. Serangan ini menewaskan empat diplomat Iran. “Pembunuhan diplomat di wilayah negara berdaulat lain merupakan tindakan teroris, kejahatan perang, dan pelanggaran hukum internasional,” kata Iravani.
Langkah-langkah ini menimbulkan tekanan besar pada komunitas internasional untuk segera bertindak menghentikan konflik dan melindungi warga sipil serta diplomat yang beroperasi secara sah.
Seruan Iran untuk Dukungan Internasional
Iravani menegaskan bahwa Iran akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela rakyat, wilayah, dan kedaulatan negaranya. Ia meminta PBB dan negara-negara anggota mendesak gencatan senjata dan memastikan perlindungan warga sipil serta infrastruktur vital.
Konflik ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan hukum humaniter internasional dan peran komunitas global dalam mencegah eskalasi. Tanpa intervensi, risiko kemanusiaan, kerusakan lingkungan, dan jatuhnya korban sipil akan terus meningkat.
Serangan militer yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur di Iran menimbulkan krisis kemanusiaan serius. Jumlah korban, kerusakan fasilitas vital, serta dampak lingkungan dan kesehatan terus bertambah. Iran mendesak tindakan internasional segera, sementara dunia menghadapi dilema bagaimana menegakkan hukum internasional, mencegah korban lebih lanjut, dan menjaga stabilitas regional.




Leave a Reply