Dunia Kecam Pemukim Israel Bakar Masjid dan Alquran

Dunia Kecam Pemukim Israel Bakar Masjid dan Alquran

Masgdl.com –  Dunia Kecam Pemukim Israel membakar Masjid Hajja Hamida di desa Deir Istiya, Tepi Barat, Kamis dini hari (13/11/2025). Insiden ini juga menghancurkan salinan Alquran, memicu gelombang kecaman internasional.

Penduduk setempat melaporkan slogan rasis disemprotkan di dinding masjid sebelum kebakaran. Kementerian Wakaf Palestina menyebut aksi ini sebagai “kejahatan keji” terhadap tempat ibadah Muslim dan Kristen. Serangan ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya kekerasan terhadap warga Palestina sepanjang tahun.

Data Badan Kemanusiaan PBB (OCHA) mencatat 167 serangan pemukim sejak 1 Oktober, melukai lebih dari 150 warga dan merusak lebih dari 5.700 pohon zaitun. Kelompok HAM menilai serangan dilakukan dengan dukungan atau partisipasi pasukan keamanan Israel sebagai bagian dari strategi aneksasi Tepi Barat.

Baca Juga: AS Meluncurkan Operasi Militer Hantam Kartel Venezuela

Sekjen PBB Antonio Guterres dan juru bicara Stephane Dujarric mengecam serangan. Kementerian Luar Negeri Yordania, Jerman, dan Swiss menyerukan penghentian kekerasan dan meminta pertanggungjawaban pelaku. Palestina mendesak tindakan nyata, termasuk menghentikan transfer senjata ke militer Israel.

Insiden ini menyoroti meningkatnya ketegangan di Tepi Barat dan perlunya perlindungan warga sipil. Komunitas internasional terus menekankan pentingnya penegakan hukum dan pencegahan eskalasi konflik lebih lanjut.

Tepi Barat Picu Kecaman Internasional Dunia Kecam Pemukim Israel Bakar Masjid dan Alquran

Insiden pembakaran masjid dan Alquran di Deir Istiya menambah daftar panjang kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Aksi ini menjadi sorotan dunia karena menargetkan tempat ibadah dan simbol keagamaan.

Menurut laporan warga dan media internasional, serangan dilakukan dini hari dan menimbulkan kerusakan serius pada masjid. Salinan Alquran yang ada di masjid turut dibakar, memperkuat kesan provokatif dan sistematis.

Badan Kemanusiaan PBB (OCHA) mencatat ratusan serangan pemukim sejak Oktober, dengan korban luka dan kerusakan properti yang signifikan. Data ini diverifikasi melalui observasi lapangan dan laporan resmi, menunjukkan tren kekerasan yang meningkat.

Pernyataan resmi Sekjen PBB, serta Kementerian Luar Negeri Yordania, Jerman, dan Swiss menekankan bahwa serangan semacam ini tidak dapat diterima. Mereka menyerukan investigasi menyeluruh dan penegakan hukum terhadap pelaku.

Palestina meminta tindakan nyata dari komunitas internasional, termasuk penghentian transfer senjata ke Israel. Para ahli menyatakan perlindungan warga sipil dan akuntabilitas hukum menjadi kunci meredam eskalasi konflik lebih lanjut di Tepi Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *